Terima kasih untuk Merapi,
yang mengajariku tentang kesabaran
Terima kasih untuk Merapi,
yang mengajariku tentang meniti perlahan
Terima kasih untuk Merapi,
yang mengajariku tentang menekan ego
Terima kasih untuk Merapi,
yang mengajariku makna bekerja di balik layar
yang menjawab tanya dalam benakku bertahun silam
mengapa tut wuri handayani yang menjadi slogan Departemen Pendidikan
Terima kasih, Merapi
untuk tajam bebatuannya, untuk riuh-rendah anginnya, untuk butiran pasir dan debunya, untuk sengatan mataharinya yang membakar dalam senyap, untuk hembusan uap belerangnya, untuk kawahnya, untuk puncaknya
dan terutama, untuk Tuhan yang menciptakannya dan mengizinkanku menjejakkan kaki di sana
Untuk segala pelajaran dan keping mozaik yang terserak di sepanjang perjalanan naik dan turunnya, sekali lagi, terima kasih...
Merapi, 1-2 Agustus 2010
ditulis di Yogyakarta, 3 Agustus 2010
No comments:
Post a Comment